|
WEREBOY
|
BOCAH LIIKAN
|
|
Warren was just
a regular wolf pup... until he discovered that the full moon brings on a
transformation unlike any other. Instead of a wild wolf, Warren becomes a
polite young boy. For Warren, you see, is the dreaded Wereboy!
|
Warren hanyalah anak serigala biasa - biasa saja…
sampai dia menyadari bahwa bulan purnama dapat merubah dirinya berbeda dari
serigala lain. Bukannya menjadi serigala liar, Warren malah menjadi seorang
bocah laki - laki yang sopan. Karena itulah, Warren menjadi bocah likan yang
ditakuti.
|
|
The wolves in
the woods, grow as wild as trees.
They do not say
Thank You. They do not say Please.
They roll in
the dirt and they chomp and they growl.
At nighttime
they look at the moon and they howl.
|
Serigala - serigala di hutan, tumbuh menjadi liar
seperti POHON.
Mereka
tidak berkata terima kasih, apalagi MEMOHON.
Mereka
berguling di tanah, mengunyah dan MERAUNG.
Saat malam
datang mereka melihat ke bulan dan MELOLONG.
|
|
But Warren was
different, the youngest wolf pup.
He would not go
howl. He would not look up.
Instead, he ran
back to his cave to go hide.
And you would not believe what would
happen inside.
|
Tetapi, Warren adalah serigala muda yang BERBEDA.
Dia tidak
melolong. dia tidak mengadahkan KEPALA.
Sebaliknya,
dia lari kembali ke gua untuk BERSEMBUNYI.
Dan kamu
tidak akan percaya dengan apa yang sedang TERJADI.
|
|
The brightest
full moon would cause Warren to change.
From a furry
young wolf, to a creature most strange.
His hair would
grow short, and run right to his head.
His paws would
spread out, and form fingers instead.
|
Bulan purnama membuat
Warren BERUBAH.
Dari serigala muda berbulu, menjadi makhluk paling ANEH.
Rambutnya
akan tumbuh pendek, dan menjulur ke KEPALANYA.
Cakarnya akan
merentang, jari - jari MENGGANTIKAN.
|
|
His snout would
shrink down to a small little nub.
While his ears
became small, like a one-day-old cub.
His teeth would
unsharpen, like pieces of corn.
And always,
somehow, there were clothes to be worn.
|
Moncongnya akan menyusut menjadi kecil seperti
HIDUNG.
Telinganya
mengecil, seperti BAYI.
Giginya
menumpul, seperti biji jagung yang TERPOTONG.
Dan selalu,
tidak tau mengapa, selalu ada pakaian yang bisa DIPAKAI.
|
|
He’d stand on
two legs, and start walking around.
And on his
behind, not a tail to be found!
His parents
were shocked when they saw him transform.
It certainly,
wolfenly, wasn’t the norm.
|
Warren dapat berdiri
dengan kedua kakinya, dan mulai BERJALAN - JALAN.
Dan di
belakang tubuhnya, tidak ada ekor yang DITEMUKAN.
Orang
tuanya terkejut ketika melihat Warren BERUBAH.
Tentu saja,
dalam kebiasaan serigala, hal tersebut sudah SALAH.
|
|
Warren became a
polite, quiet, joy.
For Warren, you
see, was a dreaded… Wereboy!
He’d only eat
sandwiches, without the crust.
He’d didn’t
talk back. He preferred earning trust.
|
Warren menjadi
sopan, pendiam, dan BAIK HATI.
Lihatlah,
Warren adalah bocah likan yang DITAKUTI.
Warren
hanya makan sandwich, tanpa kulit ROTINYA.
Warren
tidak berdebat. Warren lebih suka saat seseorang MEMPERCAYAINYA.
|
|
They scratched
at their heads when he cleaned up the cave.
It wasn’t how
wolves had been taught to behave.
His bedtime, he
found, was just one tad too late.
So, he marched
off the sleep, without any debate.
|
Orang tua Warren
menggelengkan kepala saat melihat Warren membersihkan GUANYA.
Para
serigala tidak diajarkan berperilaku seperti DIA.
Saat Warren
mengetahui jam tidur mengalami sedikit KETERLAMBATAN.
Warren
langsung beranjak untuk tidur tanpa PERDEBATAN.
|
|
Instead of the
floor, he would sleep on a bed.
Leaves for a
blanket and straw for his head.
By morning he’d
be a young wolf pup again.
They all kept
the secret together. But then…
|
Alih - alihh di
lantai, Warren memilih tidur diatas sebuah KASURNYA.
Dengan daun untuk selimut dan jerami untuk KEPALANYA.
Saat pagi, dia pun terbangun dan kembali menjadi anak serigala BIASA.
Merekapun merahasiakan rahasia ini bersama. Sampai suatu KETIKA.
|
|
A pack
celebration to honor Sinclair,
The eldest of
wolves, with the whitest of hair.
When it came
time to howl, they all looked around.
But the family
of Warren was not to be found.
|
Sebuah perayaan
acara penghormatan untuk Sang Mulia SILIKAN.
Serigala tertua berambut putih yang MENGAGUMKAN.
Ketika tiba waktunya untuk melolong, semua kaun serigala melihat SEKELILING.
Tetapi keluarga Warren tidak DITEMUKAN.
|
|
They came to
the cave, and asked why they had hid.
And that’s when
they saw him. A… well… a kid.
“A Wereboy!”
they shouted, “What do we do??”
“Don’t get too
close or then you’ll catch it too!”
|
Mereka pergi ke gua
keluarga Warren dan bertanya mengapa mereka BERSEMBUNYI.
Dan ketika mereka melihat ada seorang bocah LAKI-LAKI.
"Likan" mereka berteriak, apa
yang harus kita LAKUKAN?"
"Jangan terlalu dekat dengannya atau kamu juga akan tertular dan
menjadi LIKAN!"
|
|
Warren sat
patiently, reading his books,
But somehow,
that made them give wolfier looks.
His parents
objected, “There’s nothing to fear,
Everyone
changes. Each one of us here.”
|
Warren duduk dengan
tenang sambil membaca BUKUNYA.
Tapi entah mengapa, itu membuatnya terlihat seperti serigala BIASA.
Orang tua Warren membantah,"Tidak ada yang perlu DITAKUTKAN,
Semua orang berubah, begitupula dengan kita semua yang ada DISINI."
|
|
“Warren’s the
wolf that you all knew before,
It’s just that
he happens to be that and more!”
Sinclair
stepped ahead, with his scraggily knees.
“Excuse me,” he
creaked with a cough and a weeze.
|
"Warren tetap
serigala seperti yang sudah kita kenal SEBELUMNYA,
Hanya saja hal ini terjadi dan membuat perubahan pada DIRINYA!"
Yang Mulia Silikan pun maju kedepan, dengan kedua KAKI.
"Permisi," dia batuk dan berbicara TERENGAH - ENGAH.
|
|
“I have just
the test, and we’ll know the truth soon.
All wolves, be
they true, howl up at the moon.”
So, the pack
gathered round and they brought him outside.
And Warren did
something he hadn’t yet tried.
|
"Saya baru saja
melakukan sebuah tes lalu kita akan segera mengetahui yang SEBERNARNYA.
Semua serigala yang asli harus dapat melolong ke arah bulan untuk
membuktikan DIRINYA."
Mendengar hal itu, kawanan serigala berkumpul dan membawanya KELUAR.
Dan Warren melakkan sesuatu yang belum pernah ia coba sama sekali dengan
perasaan yang MENDEBARKAN.
|
|
He lifted his
head and he puffed out his chest,
Looked straight
at the moon and he gave it his best.
And from inside
his heart, where it lay all along,
Came not a
howl, but a beautiful song.
|
Dia mengangkat kepala,
dan membusungkan DADANYA.
Menatap lurus kebulan dan melakukan yang terbaik SEBISANYA.
Dan dengan sepenuh hati ia pun melolong dan PASRAH.
Namun ternyata, yang keluar bukanlah lolongan biasa melainkan sebuah
lagu yang INDAH.
|
|
Soon one by
one, all the wolves sat to listen.
Until morning
dew on the grass came to glisten.
His parents,
Sinclair, and the wolves from his pack,
Watched the sun
change him from Wereboy to back.
|
Segera satu persatu,
serigala duduk dan MENDEGARKAN.
Sampai embun pagi dirumput mulai BERKILAUAN.
Orang tua Warren, Silikan, dan semua kawanan SERIGALA.
Menyaksikan matahari mengembalikan Warren seperti SEMULA.
|
|
And they saw
him, this time, as they had not before.
A wolf, and a
boy, and forever, much more.
|
Dan mereka semuanya
melihatnya, kali ini, tidak seperti SEBELUMNYA.
Dari seekor serigala dan berubah menjadi seorang bocah laki-laki, dan
selamanya, lebih BANYAK LAGI.
|
Comments
Post a Comment